Emas Antam 11 September Rp2.600.000, Turun Rp25.000

Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp2.600.000 yang turun Rp25.000 dari harga kemarin di Rp2.625.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Sementara itu, Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.350.000 dan 1 kg di Rp2.540.600.000.

Penurunan harga yang disebutkan di atas menyusul harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup turun 1,94% di US$4.316 per troy ons kemarin, menghapus kenaikan Rabu. Emas mengalami penurunan setelah rilis Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) AS bulan Agustus yang naik 5,4% YoY yang lebih tinggi dari prakiraan 5,3% dan sebelumnya yang direvisi lebih tinggi menjadi 4,8%. Data tersebut memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. CME FedWatch tool menilai probabilitas 72,4% bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga 25 bp pada pertemuan pekan depan.

Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS bulan Agustus akan dirilis hari ini pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB) dan diprakirakan menjadi penggerak jangka pendek harga Emas karena kepentingannya dalam memengaruhi keputusan suku bunga The Fed pada 16 September. Selain itu, data Ekspektasi Inflasi Konsumen dan Sentimen Konsumen University of Michigan akan menyusul pada pukul 14:00 (21:00 WIB).

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Pound Inggris Bertahan Stabil di Atas 1,3500 Jelang Rilis Inflasi IHK AS

Pasangan mata uang GBP/USD diperdagangkan datar di dekat 1,3510 selama awal sesi Asia pada hari Jumat. Para pedagang lebih memilih untuk absen menjelang laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS bulan Agustus yang penting nanti pada hari Jumat.
Leer más Previous

Dolar Selandia Baru Pulih dari Terendah Enam Minggu versus USD; Kenaikan Tampak Dibatasi Menjelang IHK AS

Pasangan mata uang NZD/USD mendapatkan traksi positif selama sesi Asia pada hari Jumat, membalik sebagian dari pelemahan tajam hari sebelumnya ke level di bawah 0,5800, atau level terendah sejak akhir Juli
Leer más Next