Indonesia: Suksesi BI mendukung stabilitas Rupiah – DBS

Laporan Radhika Rao dari DBS Group Research menyebutkan bahwa pasar domestik Indonesia menyambut pencalonan Presiden Prabowo atas Deputi Gubernur Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia berikutnya. Ia menegaskan bahwa sosok teknokrat yang berpengalaman dan independen di pucuk pimpinan seharusnya menjaga kepercayaan terhadap kerangka moneter. Rao mencatat Rupiah stabil di bawah 18000/USD, imbal hasil obligasi mereda, dan melihat ruang bagi BI untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah bulan ini.

Reaksi pasar terhadap perubahan kepemimpinan BI

"Pasar domestik Indonesia merespons positif perkembangan terkait penunjukan Gubernur Bank Indonesia yang baru."

"Presiden Prabowo menominasikan Deputi Gubernur BI Destry Damayanti untuk posisi Gubernur berikutnya, menunjukkan bahwa pemerintah lebih memilih kandidat teknokrat yang ramah pasar dan mantan pejabat BI untuk memimpin institusi tersebut."

"Bagi investor, jaminan bahwa bank sentral tetap dipimpin oleh sosok yang berpengalaman dan independen akan penting dalam menjaga kepercayaan terhadap kerangka kebijakan moneter dan menegaskan kembali otonomi kelembagaannya."

"Rupiah stabil di bawah 18000/USD pada awal pekan ini, dengan imbal hasil obligasi turun dari level tertingginya."

"Laporan pertumbuhan 2Q yang relatif kuat dan stabilitas rupiah membuat alasan bagi BI untuk mempertahankan suku bunganya bulan ini."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan telah ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Dolar Australia Pullback saat Ekspektasi Inflasi Semakin Dekat

Dolar Australia mengakhiri sesi hari Rabu dengan pelemahan terhadap Greenback karena data inflasi AS sesuai dengan estimasi, baik pada inflasi umum maupun inti. Akibatnya, para pedagang menolak kenaikan suku bunga, meskipun AUD/USD memudarkan pergerakan awal dan diperdagangkan di 0,7061, turun 0,07%.
مزید پڑھیں Previous

Prakiraan Harga GBP/JPY: SMA 50-Hari Membatasi Perdagangan Sideways

GBP/JPY bertahan kuat pada hari Rabu di sekitar 215,00, karena baik para pembeli maupun penjual enggan membuka taruhan arah baru di tengah kekhawatiran akan intervensi baru di pasar Valas oleh otoritas AS dan Jepang untuk mendorong Yen.
مزید پڑھیں Next